CIEE PPKM LEVEL 4 DIPERPANJANG
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Agustus 2021

Creativepreneur

 

(biasanya pengusaha itu pake dasi, ya udah)

Alo-alo, balik lagi di tulisan absurd ini. Kali ini gue akan membahas mengenai creativepreneur. Sesuai yang telah dimandatkan oleh panitia PKKMB FE UNY. Sebenernya, ini pertama kali buat gue dalam mendengar kata creativepreneur. Dan ini memang pengetahuan baru setelah membaca apa pengertian creativepreneur dan beberapa cabangnya. Oleh karena itu, saya berterima kasih kepada kakak-kakak yang telah membuat tugas mengenai creativepreneur ini, we will learn a lot.


Apasih creativepreneur itu? creativepreneur sebenernya berasal dari dua kata, yaitu creative(kreatif) dan preneur(pengusaha. Entrepreneur adalah seorang yang memiliki gagasan untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk menunjang peradaban dan menunjang ekonomi pribadi. Dengan kata lain, orang yang berkarya lalu menghasilkan uang, seperti arti dari “profesional”. Kreatif menurut KBBI adalah memiliki kemampuan untuk menciptakan. Kalau menurut gue, kreatif adalah orang yang dapat berpikir di luar kotak sehingga menemukan sesuatu yang baru dan unik sehingga dilirik oleh orang lain.

 

Nah di sini gue disuruh menganalisis mengenai UMKM yang ada di sekitar gue. Singkatnya gue harus mengidentifikasi produknya dan menambahkan kapabilitas dari UMKM tersebut. oke challenge accepted.


UMKM yang gue pilih adalah pedagang sate keliling yang sering keliling di beberapa desa, salah satunya desa gue. Sebelum masuk ke dalam fase inovasi, perlunya mengetahui seluk-beluk sate dan pedagangnya. Menurut kompas.com, daging sate ayam bisa bertahan paling lama 2 hari. Waktu yang cukup singkat, karena dengan 2 hari tidak bisa menyelesaikan seluruh rangkaian tugas PKKMB :v. Tapi, yang mana menjual selalu ada risiko untuk dagangan tidak habis sepenuhnya. Maka dari itu diperlukan strategi dan rencana cadangan dengan segala situasi. Sebelum itu, mari membahas pedagang sate keliling terlebih dahulu.

Pedagang sate keliling sangat memudahkan pembeli, karena penjual yang datang, bukan pembeli yang harus datang. Ditambah pedagang sate keliling mempunyai senjata yaitu suaranya yang dapat memberikan solusi atas makanan. "Hari ini gue mau makan apa ya? Mie rasa ayam bawang? rasa kari ayam? atau rasa salero padang?" tak lama kemudian datanglah suara keras nan merdu bak harmoni, "TEEEE SATEEEE." langsung pemuda itu menjawab "Oh, sate, aku beli dirimu gopek." solusi terpecahkan. Ibarat pesen gofud, kita gak perlu pergi jauh untuk membeli makanan.

Mengulangi kalimat saya tadi, yang mana menjual selalu ada risik untuk dagangan tidak habis sepenuhnya. Maka perlu adanya strategi dan rencana cadangan dengan segala situasi. Rencana yang paling dekat dan mainstream adalah menjualnya melalui online. Itu bisa mengatasi ketika daging sate sudah mendekati batasnya. Tetapi, jika ingin, pedagang sate tersebut harusnya mampu menjalin kerja sama dengan pedagang sate yang lain. Kalau bisa, pemerintah juga membuat wadah yang berisi "Pedangang sate kota A." agar daging sate yang mendekati tanggal bau sudah masuk ke dalam lambung manusia. 

Atau juga bisa menggunakan metode pengawetan dengan pengasapan. Menurut penelitian, dengan metode pengasapan, daging dapat bertahan sampai 2 bulan lamanya. Ditambah dengan meningkatnya rasa umami yang muncul ketika setelah dilakukannya pengasapan. Metode ini bernama proses pengasapan konvensional yaitu dengan menggantungkan produk dalam rumah pengasapan selama 4-8 jam pada suhu 35-40°C atau meletakkan beberapa jam dalam suatu ruangan dimana asap disalurkan dari pembangkit asap yang terdiri dari suatu roda penggiling dan suatu tongkat kayu. (ilmuternak.com)

Jadi itu saja, solusi yang ingin gue sampaikan kepada pedagang sate keliling di manapun kalian berada. Kalian adalah jawaban ketika kami sedang lapar. Dan teruntuk pemerintah, bisa lah mewadahkan semua pedagang satu kota atau kecamatan. Ini bisa meningkatkan pariwisata kita dan menyejahterakan masyarakat yang marketing-nya cukup buruk dibandingkan yang lain. That's all. See you on the next text.

Kamis, 19 Agustus 2021

Fakultas atau Unsur Kimia?


sc : instagram.com/pkkmbfeuny (skrinsut leptop)

Oke, di sini, tugas ini, gue disuruh membuat sebuah tulisan mengenai fakultas gue yaitu fakultas ekonomi di UNY. Tapi, kalau boleh jujur, ini adalah tugas yang menurut gue absurd. Karena kita belum masuk ke dalam ekosistem di fakultas ekonomi ini, kita masih tok-tok-tok di pintu depannya. Dan tipe soal ini adalah tipe post-test jadi setelah selesai semua pendidikan atau setidaknya satu event, kita baru bisa mencurahkan isi hati kita mengenai fakultas ekonomi di UNY ini. Tapi, gue kayaknya bisa menyampaikan pendapat gue mengenai fakultas ekonomi ini.

Pertam kita mulai dari visi dan misi di fakultas ekonomi ini, karena memang ini adalah salah satu ketentuan tugasnya. Ehe.

Visi :

Menjadi fakultas ekonomi unggul  dalambidang pendidikan dan ilmu ekonomi yang berlandaskan ketaqwaan, kemandirian, dan kecendekiaan serta berwawasan ekonomi kerakyatan, kewirausahaan dan nilai budaya luhur.

Misi :

1.      Melaksanakan pembelajaran dalam lingkungan yang kondusif untuk membentuk sumberdaya manusia yang memiliki komitmen dalam mengembangkan dan menerapakan ilmu ekonomi dan pendidikan ekonomi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

2.      Melakukan kajian, pengembangan, dan penerapan ilmu ekonomi dan pendidikan ekonomi untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan masyarakat

3.      Melaksanakan pengabdian masyarakat yang berkualitas di bidang ilmu ekonomi dan pendidikan ekonomi, serta mengembangkan jejaring industri, pemerintah dan masyarakat

4.      Menyelenggarakan tata kelola yang baik, bersih, transparan, dan akuntabel

Sumber : http://www.fe.uny.ac.id/id/profil/visi-misi-dan-tujuan/

Okei, katanya suruh ganti ke visi dan misi UNY, ya. Sedikit kecewa.

Visi : Menjadi universitas kependidikan unggul, kreatif, dan inovatif berlandaskan ketaqwaan, kemandirian dan kecendekiaan pada tahun 2025

Misi :

1.      Menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesi bidang kependidikan yang unggul, kreatif, dan inovatif untuk menghasilkan manusia yang takwa, mandiri, dan cendekia.

2.      Menyelenggarakan pendidikan akademik, profesi, dan vokasi bidang nonkependidikan yang unggul, kreatif, dan inovatif untuk menghasilkan manusia yang takwa, mandiri, dan cendekia.

3.      Menyelenggarakan penelitian untuk menemukan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang menyejahterakan individu, dan masyarakat, dan mendukung pembangunan daerah dan nasional, serta memberi sumbangan terhadap pemecahan masalah global secara kreatif dan inovatif berdasarkan ketakwaan, kemandirian, dan kecendekiaan.

4.      Menyelenggarakan pengabdian dan pember­daya­an masyarakat secara kreatif dan inovatif yang mendorong pengembangan potensi manusia, masyarakat, dan alam untuk mewujudkan kese­jahteraan masyarakat berdasarkan ketakwa­an, kemandirian, dan kecendekiaan.

5.      Menyelenggarakan tata kelola dan layanan yang baik, bersih, dan berwibawa dalam pelaksanaan otonomi perguruan tinggi untuk mewujudkan universitas yang unggul, kreatif, dan inovatif berdasarkan ketakwaan, kemandirian, dan kecendekiaan.

6.      Menciptakan proses dan lingkungan pembelajaran yang mampu memberdayakan mahasiswa secara kreatif dan inovatif untuk melakukan pembelajaran sepanjang hayat berdasarkan ketakwaan, kemandirian, dan kecendekiaan.

7.      Mengembangkan kerja sama dengan lembaga lain, baik nasional maupun internasional, secara kreatif dan inovatif untuk meningkatkan mutu pelaksanaan tridharma dengan azas kesetaraan dan saling menguntungkan berdasarkan ketakwaan, kemandirian, dan kecendekiaan.

(sumber : https://www.uny.ac.id/profil/visi-misi-dan-tujuan-tahun-2025)

Okei, lanjut ke pembahasan awal. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta, yang pertama yang ingin gue tanyain adalah kok gak ada embel-embel “dan bisnis’ seperti di universitas lain. Singkatan fakultasnya pun jadi kayak nama ilmiah dari zat besi. Udah si gitu aja yang menjadi keresahan gue.

Selanjutnya mengenai fakultas ekonomi ini, Ini adalah fakultas yang cukup muda dibandingkan fakultas lain yang terdapat di UNY. Sehingga memang kadang dapat diremehkan, karena waktu terbang yang terbilang masih sebentar. Walaupun begitu, akreditasi dari prodi-prodi yang terdapat di fakultas ekonomi ini sudah menggapai nilai A. Tidak bisa diremehkan. Ini sudah menjadi incaran penggiat prodi terbaik. Tak mampu dianggap enteng, saingan tiap tahunnya sangat banyak. Jadi terbukti bahwa fakultas dari universitas ini memang terkenal.

Fakultas ekonomi, UNY, kalau yang gue liat lewat foto di google, kayaknya beberapa ruang untuk jalan cukup sempit. Dan parkirnya kurang luas, walaupun kalau semua bawa motor juga cukup si. Tapi lebih bagus kalau ada kebijakan hanya bawa sepeda. Biar jadi green campus or green faculty.

Oh, FE UNY, namamu seperti zat besi, tak ada embel-embel “dan bisnis”. Tapi dapat diakui persaingan untuk menuju fakultas di kampus ini memang nyata. Dengan data yang seperti itu, dapat disimpulkan bahwa fakultas ini memang bergengsi. Aku sekarang bersyukur dapat menjadi bagian dari fakultas ekonomi UNY 2021. “selamat berkarya, selamat berproses.” (Itu kalimat terakhir dalam kata pengantar di booklet pkkmb).

 

Jumat, 19 Juni 2020

Kakushigotooooo


                Halo semuanya, hari ini gue bakal review anime yang telah selesai gue tonton yaitu Kakushigoto. Entah kenapa gue tiba-tiba pengen nulis sesuatu buat anime ini. Anime yang menurut gue bagus banget, very recommended. Gue nonton episode terakhirnya sampai terharu, air mata menetes melewatii pipiku, perasaan bahagia di jantung, senyum yang terangkat yang gak bisa turun, dan yang lain. Langsung saja, karena gue udah gak sabar buat nulis tentang nih anime.

ANIME APA SIH INI?

                Bercerita tentang seorang ayah yang single parent, istrinya tidak diketahui apakah sudah mati atau hilang. Ayah ini bernama Kakushi Goto, seorang mangaka dan pengisi suaranya adalah Hiroshi Kamiya wowowowo. Gue pas pertama kedengeran suara Hiroshi Kamiya jadi seiyuu-nya Kakushi Goto gue langsung jingkrak-jingkrak, kaget gue. Bayangkan seorang Levi Ackerman dari Shingeki No Kyoujin jadi seorang mangaka, gak nyangka pasti.  Dan ayah ini mengasuh seorang anak bernama Hime. Yang diisi suaranya oleh Rie Takahashi, I stay ie ie ie ie Aliveeee. Dia adalah salah satu seiyuu favorit gue karena juga mengisi suara Takagi-san dan Emilia, dia sih bagus bet. Lanjut.


                Singkat cerita aja, Ayah ini seorang mangaka yang menggambar tentang manga lawakan kotor. Jadi dia merasa itu buruk untuk anaknya, karena dia berpikir bahwa Hime bakal diejek karena itu. Jadi dia berusaha merahasiakannya dari anaknya dan orang sekitarnya bahwa dia adalah seorang mangaka.


JADI CERITANYA GITU AJA?

                Gak cuma begitu aja, karena di anime ini disajikan lawakan komedi yang menurut gue lucu dan fresh. Tingkah kekonyolan Kakushi Goto yang diseiyuukan oleh Hiroshi Kamiya menambah nilai plus dari anime ini. Dan di dalam anime ini mendatangkan seiyuu yang termasuk dalam “daftar favorit seiyuu” gue. Yaitu Natsuki Hanae yang mengisi suara dari editor seorang Kakushi Goto. Bagi yang belum tahu Natsuki Hanae ini adalah seiyuu dari Kamado Tanjirou dari Kimetsu no Yaiba, Kaneki Ken dari Tokyo Ghoul, dan lain-lain.


                Dan yang paling spesial dari seiyuu-nya adalah Kiyono Yasuno!!! Itu suaranya lembut banget, enak didenger, pokoknya guuuudd sangat. Dia adalah seiyuu dari karakter cewek terfavorit gue yaitu Kato Megumi dari Saekano, yang BD filmnya sebentar lagi keluar. Wowowowoow I can’t wait for that. Ditambah dengan lagu opening yang menurut gue keren beut. Walaupun begitu, kualitas grafis anime ini bukan yang paling tinggi dan juga bukan yang paling buruk.


                Kualitas grafisnya menurut gue di atas rata-rata, enggak buruk dan juga enggak sebagus Kimi no Nawa. Ditambah dengan warnanya yang tidak terlalu cerah membuat cocok dengan anime ini. Walaupun begitu, anime ini didominasi menggunakan gambar, jadi sedikit yang menggunakan efek 3D. Jadi menurut gue, itu adalah nilai plus buat anime ini.

INTINYA BAGUS BUAT DITONTON GAK NIH?

                Wajib banget nonton, asli. Menurut gue, ini cocok untuk segala usia. Bapak, ibu, kakek, nenek, moyang, buyut, anak, cicit, tetangga sebelah, semua boleh nonton. Ditambah bagi kalian yang pedofil yang suka lihat anak-anak cocok untuk melihat anime ini. Karena Hime ditampilkan berumur 8-10 tahun, dan itu cantik, imut, rasa-rasanya pengen dicubit, gemesin. Terakhir, kekurangan anime ini adalah karena ini bergenre slice of life kadang ceritanya kesehariannya tidak berakhir dengan semestinya. Walaupun begitu, ending dari anime ini patut diberi 11 jempol.

Akhir kalimat, sampai jumpa di tulisan gue selanjutnya, gue Aqsha Muhammad sign out.



Selasa, 30 Januari 2018

Anjing setia, Hachiko.

Setelah menguasai dunia shinobi dan mengumpulkan ketujuh bola Dragon ball, gue sekarang mau mencoba menspoiler/menceritakan sebuah Anjing yang bernama Hachiko yang berada di jepang. Gue pengen punya anjing kayak Hachiko.

Gue baru nonton versi Hollywood dengan menangis sampe dua ember(gak segitunya). Kasur gue jadi kolam renang. Dan gue baru tahu ada dua versi dari film Hachiko ini yaitu buatan Hollywood dan Buatan asli jepang. Yang versi Hollywood judulnya " Hachiko : A dog's tale " kalo yang buatan jepang judulnya " Hachiko Monogatari " yang artinya cerita Hachiko.

Dan gue sekarang akan mereview yang versi Hollywoodnya aja, yang gue udah lihat. Dan mungkin akan ada part dua nya buat yang versi jepang.

Oke, Dalam film Hachiko : A dog's Tale. Hachiko si anjing ini pindahan dari jepang yang tidak sengaja terjatuh di sebuah stasiun( kalo gak salah namanya Bedridge Station ). Ini antara Hachiko yang menemukan Professor atau Professor yang menemukan Hachiko. Keinginan Professor ini sebelumnya adalah ingin mencarikan pemilik untuk Hachiko. Karena dia tidak diperbolehkan istrinya memelihara Anjing.

Namun nasib berkata lain, Hachiko telah memilih Professor.

*bagi yang belum nonton silahkan nonton terlebih dahulu. Spoiler Alert

Ketika Hachiko sudah besar, Hachiko selalu mengantar Professor untuk pergi mengajar. Dan pulang setiap jam 5 sore, hingga saat Professor itu meninggal. Sebagai seorang anjing, Hachiko tidak tahu ketika manusia mati. Dia mungkin hanya mengira bahwa Professor hanya pergi dan belum kembali. Pada hari itu Hachiko menunggui tuannya sesampai malam dan dijemput oleh menantunya professor(cowok). Jadi anaknya perempuan. Dan akhirnya Hachiko dirawat oleh menantunya Professor, namun setiap hari Hachiko tetap pergi ke stasiun hingga saatnya dia dilepaskan.

Dia dibiarkan duduk di taman yang biasanya digunakan untuk menunggu tuannya. Dari mulai pagi ke malam dan hanya tidur di bawah kereta yang mati. Jika dalam Hollywood Hachiko menunggui tuannya hingga sepuluh tahun dan akhirnya mati. Tapi, jika dalam asli jepang. Hachiko menunggui tuannya di stasiun bernama Shibuya selama 9 tahun lamanya. Hachiko meninggal pada bulan maret 1934 sebelum kemerdekaan Indonesia. Dan dia lahir pada tahun 1923 di Odate, Jepang. Dan ketika tuannya mati pada tahun 1925. Dan nama tuannya adalah Dr. Eisaburo Ueno.


Hachiko diabadikan menjadi patung perunggu di stasiun shibuya tersebut untuk menunggu tuannya sesampainya datang, kapan?. Patung Hachiko menjadi lambang kesetiaan anjing pada majikan. Recommended buat di tonton walaupun udah lama, terima kasih udah liat postingan gak jelas ini. Sekian!!.